Langsung ke konten utama

Animasi Logo 3D Progression Reel

1. Judul
    Membuat Animasi 3D Logo

2. Tujuan
    Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan adalah mengemas hasil praktikum-praktikum sebelumnya menjadi sebuah showreel yang bisa digunakan sebagai portofolio.

3. Alat
    Apple Mac, Cinema4D, Adobe After Effects CC 15, Adobe Premier Pro, Bandicam, QuickTime, Time Lapse Assembler, Adobe Media Encoder CC 15. 

4. Bahan 
    Hasil hasil Praktikum Sebelumnya :
1. Prak 1: Logo utama 360
2. Prak 2: Hasil penambahan camera path
3. Prak 3: Secondary Assets
4. Prak 3: Logo Movement
5. Prak 4: Camera Depth
6. Prak 5: Flare
7. Prak 5: Particles
8. Prak 5: Chromatic Aberration
9. Prak 5: Vignette

5. Dasar Teori
     Animasi 3D merupakan penciptaan gambar bergerak dalam ruang digital 3 dimensi. Hal ini dilakukan dengan membuat frame yang mensimulasikan masing-masing gambar, difilmkan dengan kamera virtual, dan output-nya berupa video yang sudah di-rendering atau Realtime, jika tujuannya untuk membuat game. Animasi 3D biasanya ditampilkan dengan kecepatan lebih dari 24 frame per detik.
     Konsep animasi 3D sendiri adalah sebuah model yang memiliki bentuk, volume, dan ruang. Animasi 3D merupakan jantung dari game dan virtual reality, tetapi biasanya animasi 3D juga digunakan dalam presentasi grafis untuk menambahkan efek visual ataupun film.
Secondary assets adalah penggunakan objek lama yang digunakan kembali pada animasi yang baru namun tidak berperan lagi sebagai objek utama, hanya sebagai objek tambahan pada animasi baru.
F-Curve Editor ini memungkinkan untuk mengontrol animasi pada hampir semua elemen, termasuk material dan parameter world dengan mengontrol curva animasi. Key frame dihubungkan oleh garis curva, dalam F-Curve Editor. Titik pada F-Curve Editor merupakan key frame. Sumbu X pada F-Curve Editor mewakili key frame, sedangkan yang diwakili oleh sumbu Y bergantung pada parameter yang dianimasikan.
Camera Depth ialah teknik penglihatan atau apa yang terlihat oleh kamera dalam animasi 3D yang memperlihatkan ruang tajam atau focus yang terbentuk antara subjek terdekat dengan yang terjauh dalam bentuk ketajaman gambar. 
Multi Pass Rendering ialah merupakan proses untuk membentuk sebuah gambar dari sebuah model yang dibentuk, model tersebut berisi data geometri, titik pandang, tekstur dan cahaya yang diperlukan untuk membuat gambar yang utuh. Dalam hal ini kita bisa mendapatkan hasil render berupa background, dept, logo,dan secondary aseets secara terpisah.
DOF (Depth Of Field) secara harfiah yang berarti kedalaman ruang. Sedangkan secara definisi ialah rentang jarak yang dimiliki oleh sebuah subjek foto untuk menghasilkan variasi ketajaman/fokus pada gambar yang dihasilkan.
Compositing merupakan proses untuk menggabungkan kembali objek objek yang telah dipisah pisahkan pada tahap sebelumnya. Proses ini biasanya dilakukan oleh para editor atau para petugas editing. Proses composting ini merupakan proses yang cukup mudah namun tetap memerlukan ketelitian untuk tepat saat menyusun tata letak layer objek yang didalam proses sebelumnya telah dipisah.
Pada praktikum kali ini kita menggunakan material-material yang ada pada After Effect seperti Flare, ParticlesVignette dan Chrome Abberation.
Flare merupakan pyroteknik yang menghasilkan cahaya terang (api)/panas yang intens tanpa disertai ledakan. Flare disini seperti percikan cahaya api kecil yang menyala. Ini digunakan supaya objek yang dibuat terlihat menyala.
Particles merupakan butiran-butiran kecil yang biasanya digunakan sebagai efek seperti kunang-kunang maupun sebagainya. Pada umumnya, particle ini berbentuk butiran bulatan kecil yang dapat diatur jumlahnya sesuai keinginan.
Vignette merupakan penggelapan pada sudut-sudut frame yang terlihat seperti bingkai foto. Sedangkan Chrome Abberation atau sering dikenal dengan chromatic adalah "warna fringing" atau "purple fringing” dimana kita bisa memberi efek warna red, green dan blue
Showreel itu merupakan potongan pendek dari video atau film yang menampilkan sebuah aktor atau pekerjaan pekerjaan yang dilakukan sebelumnya - sebelumnya. Pada ummumnya showreel ini berdurasi seminar 4 - 5 menit saja agar tidal terlalu panjang. 
Progression Reel itu dikenal sebagai  kumpulan dari proses selama memproduksi Film atau karya. 

6. Tugas Praktikum
     Membuat animasi logo PENS 3D

7. Hasil Praktikum

Prak06 - Progression Reel

8. Kesimpulan
    Di minggu ini saya melanjutkan ke Prak 05 dan 06. Kendala yang saya temui adalah ketika menggunakan trapcode emmiter tidak bisa diatur, ternyata kesalahannya adalah emmiter typenya belum di set menjadi sphere.
    Akhirnya saya selesai sampai tahap progression reel, disini sudah lengkap dari prak 01 - 06. 

9. Daftar Referensi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prak 04 - Animasi Logo 3D (Camera Path dan Secondary Asset)

1. Judul     Membuat Animasi 3D Logo 2. Tujuan     Agar mahasiswa bisa membuat animasi logo 3D     Agar mahasiswa bisa membuat animasi bereffect shadow 3. Alat     Apple Mac, Cinema4D, QuickTime, Time Lapse Assembler  4. Bahan      Logo PENS, Secondary Assets Logo PENS 5. Dasar Teori        Animasi 3D merupakan penciptaan gambar bergerak dalam ruang digital 3 dimensi. Hal ini dilakukan dengan   membuat   frame   yang mensimulasikan masing-masing gambar, difilmkan dengan kamera virtual, dan   output -nya berupa video yang sudah di- rendering   atau   Realtime , jika tujuannya untuk membuat game. Animasi 3D biasanya ditampilkan dengan kecepatan lebih dari 24   frame   per detik.      Konsep animasi 3D sendiri adalah sebuah model yang memiliki bentuk, volume, dan ruang. Animasi 3D merupakan jantung dari  game  dan...

Prak 06 - Menghitung Nilai Menggunakan Microsoft Excel

1. Tujuan Belajar Programming melalui kegiatan Menghitung nilai dengan Microsoft Excel 2. Alat Microsoft Excel 3. Bahan Nilai Mahasiswa 4. Dasar Teori 5. Tugas Praktikum 6. Petunjuk Praktikum 7. Hasil Praktikum 8. Kesimpulan 9. Referensi

Praktikum 8 - Video Referensi

1. Tujuan      Mahasiswa mampu mengumpulkan beberapa video animasi untuk digunakan sebagai referensi visual. 2. Alat Browser (ex. Chrome, Firefox, Safari, IE, …) Search Engine (ex. Google, Bing, Yandex, …) 3. Bahan            Video Youtube 4. Dasar teori      Animasi diatas menggunakan prinsip camera illusion, dimana kita dibuat seakan akan objek objek yang awalnya acak atau random menjadi objek yang dapat kita mengerti. pada proses pembuatan animasi diatas, sang artis juga menggunakan prinsip menggambar yang disebut Orthographic Reflection.     Orthographic Refflection adalah  sarana untuk mewakili objek tiga dimensi dalam dua dimensi. Ini adalah bentuk proyeksi paralel, di mana semua garis proyeksi ortogonal terhadap bidang proyeksi, yang menghasilkan setiap bidang adegan yang muncul dalam transformasi affine pada permukaan tampilan. p enggambaran objek di sumbu utama atau bidang ...